Marsudi Wahyu Kisworo : Karakter Tiap Manusia Berbeda, Tenaga Pendidik Harus Sabar dan Inovatif

Oleh : Administrator | Andi Tenri Dio Nasrun

 

 

Tahun 2018 disebut sebagai awal zaman revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan dengan sistem cyber-physical. Kini berbagai industry mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin, dan data yang lebih dikenal dengan nama Internet of Things (IoT). Untuk menghadapi revolusi industri 4.0 maka diperlukan berbagai persiapan khususnya Metode Pembelajaran Pendidikan dalam hal Revolusi Mengajar. Oleh karena itu Dr. Agus Salim, SH.,MH. selaku Rektor UKI Paulus Makassar telah menggelar Lokakarya Nasional untuk para Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan menghadirkan Motivator Nasional sekaligus  Penulis Buku Best Seller ‘Revolusi Mengajar’ yaitu Prof.Dr.Ir.H. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU.

Komisaris Independen PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Ini menjelaskan bahwa untuk menghadapi era revolusi industry 4.0, diperlukan pendidikan yang dapat membentuk generasi kreatif, inovatif, serta kompetitif. Hal tersebut salah satunya dapat dicapai dengan cara mengoptimalisasi penggunaan teknologi sebagai alat bantu pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan output yang dapat mengikuti  atau mengubah zaman menjadi lebih baik, maka para Guru Sekolah Menengah pun perlu berkontribusi untuk meningkatkan kualitas lulusan sesuai dunia kerja dan tuntutan teknologi digital.

“Pembelajaran Inovatif adalah pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti yang biasanya dilakukan. Pembelajaran yang memperhatikan dimensi auditori, visual, dan kinestetik agar pesan yang diberikan dapat mengubah perilaku siswa ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dari perbedaan yang dimiliki siswa.Sehingga disini para Guru juga mesti meningkatkan toleransi kesabarannya dalam mengajar dan memaklumi bahwa karakter tiap siswa adalah berbeda-beda dan tidak dapat dipaksakan untuk berubah namun tetap bisa diasah keunikannya masing-masing secara perlahan melalui metode pembelajaran yang tepat dan inovatif.” Tegas Rektor Perbanas Institut Jakarta Periode 2010 – 2014 dan 2014 – 2018 ini.

Tenaga Ahli Cyber Defense Kementerian Pertahanan RI ini juga menjelaskan bahwa Seorang guru diharapkan mampu menggerakkan kemajuan dan perkembangan para siswa sebagai anak didiknya demi tugasnya di masa mendatang. Seorang guru bertanggungjawab atas keberhasilan pendidikan suatu Negara.  Agar proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan meningkat, dibutuhkan guru yang memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan yang luas. Hal ini akan menjadikan proses pembelajaran aktif dan menciptakan suasana pembelajaran inovatif, kreatif, menyenangkan.

Pada kesempatan Lokakarya Revolusi Mengajar ini, Prof. Marsudi turut mengajak para peserta lokakarya untuk mempraktekkan langsung metode mengajar yang  Kreatif, Inovatif, dan menyenangkan melalui konsep Emotional Spiritual Quotient (ESQ) serta membagikan pengalamannya dalam berkarir sebagai Guru Besar Pertama di Indonesia  dalam Bidang Teknologi Informasi. (Tenri/lldikti9)