Kepala LLDIKTI IX : Percepat Lektor Kepala & Guru Besar Sesuai Pedoman Penilaian Angka Kredit

Selasa, 17 Mar 2020 | 11:27:55 WIB - Oleh Andi Tenri Dio Nasrun


Kepala LLDIKTI IX : Percepat Lektor Kepala & Guru Besar Sesuai Pedoman Penilaian Angka Kredit

Percepatan Jabatan Fungsional Akademik Dosen, khususnya Lektor Kepala dan Guru Besar masih mengalami kendala yang signifikan bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Hal ini tidak lain karena persoalan administrasi saat pengajuan publikasi. Oleh sebab itu pada hari Kamis (12/03/2020) bertempat di Auditorium LLDIKTI IX, telah diadakan pertemuan pembahasan percepatan jabatan fungsional akademik dosen untuk pengusulan ke jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar untuk dosen di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.

Pertemuan ini dihadiri oleh segenap dosen di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX yang meliputi Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional dan para Dosen yang mengajukan berkas usulan kenaikan jabatan fungsional ke jenjang lektor kepala dan jenjang guru besar. Pertemuan dalam rangka percepatan jabatan fungsional akademik dosen ini, dibuka oleh Prof. Dr. Jasruddin, M.Si. selaku Kepala LLDIKTI IX, didampingi oleh Sekretaris LLDIKTI IX Drs. Andi Lukman, M.Si, Prof.Dr. Ma’ruf Hafidz, SH.,MH. selaku Ketua Dewan Etik Dosen, Ichsan Kasnul Faraby, S.Sos.,M.Si. selaku Kepala Bagian Sumber Daya Perguruan Tinggi, serta Markus Yan Patarru, S.Sos.,M.M. selaku Kepala Subbagian Tenaga Pendidik dan Kependidikan.

“Kendala utama yang umumnya dihadapi lektor kepala dan guru besar ketika pengajuan adalah persoalan publikasi pada jurnal bereputasi. Oleh karena itu diperlukan komitmen baik di perguruan tinggi pengusul maupun dosen yang bersangkutan. Selain itu LLDIKTI IX melalui Subbagian Tenaga Pendidik akan meningkatkan kuantitas pengecekan administratif pengajuan jabatan  fungsional LK dan GB serta mendampingi para dosen dalam hal karya ilmiah agar dapat mempublikasikan penelitian dalam jurnal internasional” Tegas Kepala LLDIKTI IX Prof. Dr. Jasruddin, M.Si. saat memberikan sambutan pada pembukaan pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang meliputi Dosen PNS dan Dosen Tetap Yayasan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.

Dalam kesempatan ini Prof. Jasruddin turut menyampaikan agar sebaiknya para dosen yang mengajukan berkas usulan kenaikan pangkat ke Lektor Kepala dan Guru Besar, agar mentaati kelengkapan dokumen yang diminta oleh Tim Penilai Angka Kredit sehingga dokumen yang diajukan dapat diproses sesuai Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

“Kita tidak usah berdebat mengenai peraturan dan undang-undang terkait penilaian angka kredit jabatan fungsional dosen, sebab sudah ada pedoman yang diterbitkan oleh Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, yang perlu para dosen lakukan ialah segera melengkapi berkas yang disyaratkan meliputi unsur utama pendidikan, unsur utama tridharma perguruan tinggi, dan unsur penunjang, sebab kenaikan jabatan fungsional dosen khususnya jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar merupakan instrument strategis  yang dapat dipergunakan untuk pengembangan kinerja, maupun reward and punishment bagi seorang Dosen. ” Tegas Prof. Jasruddin dihadapan 84 orang Dosen yang mengajukan kenaikan jabatan fungsional dari jenjang Lektor ke jenjang Lektor Kepala serta 45 orang Dosen yang mengajukan kenaikan jabatan fungsional ke jenjang Guru Besar.

Adapun tim penilai angka kredit pada LLDIKTI Wilayah IX yang hadir sebagai Narasumber pada pertemuan ini yaitu Prof. Dr. Kaharuddin, M.Hum., Prof. Dr. Suradi Tahmir, Prof. Dr. H. Muh. Natsir Hamzah, Prof. Dr. Andi Muhibuddin, MS., Prof. Dr. Ma;ruf Hafidz, SH.,MH., serta Prof. Dr. H. Wahyuddin, M.Si.

Prof. Dr. Andi Muhibuddin, MS. Menjelaskan bahwa banyak pemahaman yang ada dalam benak dosen, bahwa linieritas ilmu adalah kesesuaian studi S1, S2, dan S3. Padahal, linieritas yang dimaksud adalah nomenklatur “linieritas ilmu” itu adalah kesesuaian latar belakang yang diperoleh dosen pada program Magister atau Doktor dengan ilmu yang akan diajarkan untuk mencapai kompetensi atau capaian pembelajaran lulusannya pada program studi tempat dosen tersebut mengajar.

“Karena gelar professor adalah Jabatan akademik yang menunjukkan kedalaman ilmu, maka tiga syarat linier (pra, ketika dan pasca S3) adalah hal yang mutlak yang harus dimiliki oleh dosen yang mengajukan professor. Dengan kata lain, kepakaran seorang dosen bergelar professor akan dapat diakui secara akademik, baik dari studi dan kepengajaran maupun karya ilmiah. Tiga hal ini menjadi indikator utama untuk menilai seorang dosen apakah pakar dalam keilmuannya atau tidak, karena tiga hal inilah yang menjadi acuan tridharma perguruan perguruan tinggi.” Tegas Guru Besar yang merupakan Dosen PNS Dpk pada Universitas Bosowa Makassar ini.

Para dosen yang hadir dalam pertemuan ini diberi kesempatan untuk bertanya mengenai kendala yang dialami saat pengajuan dokumen untuk pengusulan kenaikan jabatan fungsional akademik. Dosen yang mendapatkan kesempatan bertanya yaitu dari Perguruan Tinggi UMI Makassar, UKIP Makassar, UNISMUH Makassar, dan STMIK Dipanegara Makassar. Berdasarkan pertanyaan para dosen tersebut, kendala yang umumnya dialami ialah pengembalian dokumen setelah diperiksa oleh Tim Penilai Angka Kredit di tingkat Pusat, namun pengembalian dokumen tersebut tanpa disertai catatan lengkap mengenai dokumen apa yang kurang dan perlu dilengkapi kembali oleh para dosen yang mengusul berkas kenaikan jabatan fungsional akademik tersebut.

”Jabatan fungsional dosen pada dasarnya merupakan pengakuan, penghargaan, dan kepercayaan atas kompetensi, kinerja, integritas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas, serta tata karma dosen dalam melaksanakan tugas tridharmanya. Selain itu, jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar ini diharapkan dapat berfungsi juga sebagai insentif non materi bagi dosen untuk bekerja lebih giat, lebih kreatif, dan lebih baik lagi. Maka dari itu, hendaknya para dosen pengusul kenaikan pangkat akademik, agar dapat kooperatif dalam memenuhi dokumen persyaratan Lektor Kepala dan Guru Besar yang sesuai dengan standar, tatacara dan prosedur penilaian, sehingga jenjang karir para dosen dapat berkorelasi positif dengan pangkat (golongan) dan masa kerjanya. ” pungkas Drs. Andi Lukman, M.Si. selaku Sekretaris LLDIKTI IX saat mendampingi Tim Penilai Angka Kredit menutup pertemuan dalam rangka percepatan jabatan fungsional akademik Lektor Kepala dan Guru Besar ini. (Tenri/LLDikti9)




Senin, 12 Mar 2020, 11:27:55 WIB Oleh : Andi Tenri Dio Nasrun 2519 View
Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Kemendikbud
Rabu, 11 Mar 2020, 11:27:55 WIB Oleh : Andi Tenri Dio Nasrun 808 View
Surat Edaran Tentang Pakaian Kerja PNS Di Lingkungan Kemendikbud
Selasa, 10 Mar 2020, 11:27:55 WIB Oleh : Andi Tenri Dio Nasrun 629 View
Perubahan Jadwal Pelaksanaan PP-PTS Tahun 2020